Detik jam di dinding menunjukkan angka dua belas,
Diluar sana rintik hujan halus dan beransur keras,
Mencurah bumi kekadang tanpa belas,
Walau tersembunyi nikmat disebalik hujan keras,
Hujan dua belas malam ini,
Disaat suasana malam yang sunyi,
mungkinkah membawa keesokkan pagi,
rintis hujan terus membasahi bumi ini,
Hujan dua belas malam ini,
disaat aku masih menanti,
menanti saat berakhirnya filem ini,
yang ku tonton sejak malam tadi,
Hujan dua belas malam ini,
Jangan lah hadirmu membawa 'bah',
Kerana ianya dugaan besar bagi kami,
Sesungguhnya kami tidak terlalu tabah,
Hujan dua belas malam ini,
Perlahanlah dikau lalu berhenti,
Dinginmu menusuk ke tulang ini,
Moga kita bertemu lagi...
hasil nurkilan :farid paduka ali(20 November 2010)
Diluar sana rintik hujan halus dan beransur keras,
Mencurah bumi kekadang tanpa belas,
Walau tersembunyi nikmat disebalik hujan keras,
Hujan dua belas malam ini,
Disaat suasana malam yang sunyi,
mungkinkah membawa keesokkan pagi,
rintis hujan terus membasahi bumi ini,
Hujan dua belas malam ini,
disaat aku masih menanti,
menanti saat berakhirnya filem ini,
yang ku tonton sejak malam tadi,
Hujan dua belas malam ini,
Jangan lah hadirmu membawa 'bah',
Kerana ianya dugaan besar bagi kami,
Sesungguhnya kami tidak terlalu tabah,
Hujan dua belas malam ini,
Perlahanlah dikau lalu berhenti,
Dinginmu menusuk ke tulang ini,
Moga kita bertemu lagi...
hasil nurkilan :farid paduka ali(20 November 2010)
Comments